BSI Jadi Tamu Pertama Gus Kikin di Hari Pertama Kerja PBNU, Fokus Dorong Ekonomi Pesantren

oleh -24 Dilihat

KITAKINI – JAKARTA. PT BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) bikin sejarah kecil yang keren: jadi institusi pertama yang resmi diterima Ketua Umum PBNU terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), di hari pertama beliau kerja di Kantor PBNU, Jakarta. Kunjungan kehormatan ini dipimpin langsung oleh Dirut BSI Anggoro Eko Cahyo dan Komisaris Utama Muhadjir Effendy.

Sinergi Strategis BSI–NU untuk Ekonomi Syariah

Dalam kunjungan itu, BSI menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan NU untuk mendorong literasi, penetrasi, dan ekosistem keuangan syariah di Indonesia. Anggoro menyebut momen ini sebagai kehormatan sekaligus apresiasi atas suksesnya Muktamar NU ke-35, serta berharap sinergi yang sudah baik makin erat dan membawa keberkahan bagi umat dan bangsa.

Kolaborasi difokuskan pada tiga hal utama: pengembangan ekosistem kelembagaan, pemberdayaan ekonomi umat, dan penguatan ekosistem pesantren secara menyeluruh.

Pesantren “Naik Kelas”: Digitalisasi dan Kemandirian Ekonomi

BSI juga menyoroti fokusnya pada pesantren. Saat ini, BSI dipercaya mengelola layanan keuangan di lebih dari 14.000 pesantren di seluruh Indonesia, dengan sekitar 23,9% berada di Jawa Timur—salah satu basis pesantren terbesar.

Agar pesantren makin mandiri secara ekonomi, BSI menghadirkan solusi terintegrasi, antara lain:
Fasilitas cash management untuk mendukung tata kelola administrasi pesantren.

Kehadiran BSI Agen untuk memperkuat perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Optimalisasi aplikasi BYOND by BSI sebagai platform mobile banking utama bagi civitas pesantren.
Anggoro menegaskan, lewat layanan perbankan digital ini BSI ingin pesantren tidak hanya jadi pusat pendidikan dan dakwah, tapi juga bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat dan motor penggerak pertumbuhan ekonomi serta keuangan syariah nasional.

Kenapa Ini Penting buat Anak Muda?

Ini sinyal kuat bahwa lembaga keuangan syariah dan organisasi Islam besar seperti NU serius membangun ekosistem ekonomi yang inklusif.

Digitalisasi pesantren membuka peluang bagi santri dan alumni untuk lebih melek finansial, punya akses perbankan mudah, dan terlibat dalam ekonomi lokal.

Bagi anak muda yang peduli isu ekonomi syariah, kolaborasi ini bisa jadi inspirasi untuk terlibat dalam proyek pemberdayaan, riset, atau bahkan startup yang mendukung ekosistem pesantren. (KK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.