Anak Muda Dipanggil Jadi “Game Changer” Demokrasi: Saring Sebelum Sharing, Siap Hadapi Pemilu 2029

oleh -38 Dilihat

KITAKINI – MALANG. GEN Z bukan cuma penonton. Menjelang Pemilu 2029, anak muda didapuk jadi pemain kunci: pemilih cerdas, agen literasi demokrasi, penangkal hoaks, pengawas partisipatif, sekaligus jembatan dialog di masyarakat.

Hal itu ditegaskan Anggota KPU, Betty Epsilon Idroos, dalam Seminar dan Talkshow Demokrasi bertema “Membangun Kesadaran Demokrasi Mahasiswa: Budaya Politik yang Kritis, Cerdas, dan Berintegritas” pada PKKMB 2026 Universitas Brawijaya, Malang, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Betty, pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat—proses demokratis di mana warga menggunakan hak pilih untuk memilih wakil rakyat dan pejabat pemerintahan secara langsung. Karena itu, sikap kritis, kecerdasan mengolah informasi, dan integritas wajib jadi “paket lengkap” dalam kehidupan demokrasi.

Dia mengingatkan prinsip asking before believing: jangan langsung percaya informasi yang diterima, terutama di ruang digital. “Saring sebelum sharing. Jeda dulu, cek sumbernya, baca utuh, bandingkan, lalu bagikan jika sudah yakin,” ujarnya.

Menghadapi Pemilu 2029, Betty menyebut posisi anak muda sangat strategis. Selain menjadi pemilih cerdas, generasi muda diharapkan aktif menangkal hoaks, mendorong pengawasan partisipatif, dan membangun ruang dialog yang sehat.

Mahasiswa juga diajak memanfaatkan kanal informasi resmi KPU. Untuk memastikan data pemilih, bisa cek di Cek DPT Online (cekdptonline.kpu.go.id). Informasi kepemiluan berbasis wilayah tersedia di satupetadata.kpu.go.id, sementara data terbuka untuk pembelajaran dan riset dapat diakses di opendata.kpu.go.id.

Dengan memanfaatkan layanan tersebut, mahasiswa tidak hanya datang ke TPS, tetapi juga berkontribusi aktif: kritis menyikapi informasi, cerdas menggunakan hak politik, dan menjunjung integritas. Pesannya jelas: mari bangun demokrasi yang sehat dengan jadi generasi yang kritis, cerdas, dan berintegritas.

Intinya, jangan sampai feed medsos lebih keras daripada fakta. Pause, cek, konfirmasi—baru share. Pemilu 2029 butuh kamu yang melek data, bukan sekadar melek tren. (KK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.