KITAKINI – KARO – Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution turun langsung ke lokasi pengungsian erupsi Gunung Sinabung di Desa Sukatepu, Kabupaten Karo. Pesannya tegas: selama status masih Siaga (Level III), evakuasi warga di zona bahaya jadi prioritas, dan kebutuhan dasar pengungsi—makan, air, tempat tidur, toilet, bahkan antar-jemput sekolah anak—harus terjamin biar nggak ada yang nekat pulang duluan.
Evakuasi Fokus ke Dua Desa, 280 Warga Kuta Tengah Sudah di Posko
Bobby menyebut ada dua desa yang jadi prioritas evakuasi sesuai rekomendasi Badan Geologi, salah satunya Desa Kuta Tengah. Sekitar 280 warga desa itu kini sudah berada di lokasi pengungsian.
“Yang paling utama kan mengevakuasi warga… ada dua desa yang paling diutamakan, yang sangat masuk radius kalau terjadi erupsi. Salah satunya Desa Kuta Tengah,” ujar Bobby.
“Jangan Balik Dulu”: Pemprov Sumut Jamin Fasilitas Dasar Lengkap
Pemerintah Provinsi Sumut memastikan fasilitas dasar di posko sudah disiapkan: tempat tidur, air bersih, toilet, hingga makanan. Tujuannya satu: biar pengungsi nggak merasa “kurang nyaman” lalu memutuskan pulang sebelum aman.
Bobby juga menanggapi keluhan warga yang sempat menunggu beberapa jam tanpa makan-minum setelah meninggalkan rumah. Pemprov Sumut berjanji akan menyuplai kebutuhan itu, termasuk makanan dan air bersih.
“Kami dari provinsi datang ke sini bukan mau hanya lihat-lihat. Apa yang dibutuhkan silakan sampaikan, kami akan support. Makanan sudah kami siapkan, air bersih juga kami bawa,” katanya.
Ia menekankan, banyak pengungsi masih punya rumah utuh, sehingga potensi balik ke rumah cukup tinggi. Karena itu, pemerintah wajib memastikan kebutuhan pokok selama di pengungsian tetap terpenuhi.
“Tidak bisa senyaman di rumah sendiri, tapi jangan kebutuhan pokoknya ketika mereka pindah ke tempat pengungsian justru hilang total. Seperti makan, tempat tidur dan tempat istirahat,” jelas Bobby.
Sekolah Tetap Jalan: Pemprov Sumut Siap Sediakan Bus Antar Anak Pengungsi
Selain logistik, Pemprov Sumut juga menyiapkan sarana transportasi agar anak-anak pengungsi tetap bisa sekolah. “Tadi ada permintaan bus ataupun pengangkutan anak-anak untuk sekolah, kami juga akan siapkan,” kata Bobby.
Status Sinabung Masih Level III (Siaga), Evaluasi Terus Dilakukan
Terkait perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, Bobby menyebut statusnya masih Level III atau Siaga. Pemprov Sumut akan terus mengevaluasi kondisi vulkanik.
Jika aktivitas erupsi menurun, status bisa diturunkan jadi Level II (Waspada), dan warga berpotensi diperbolehkan kembali ke rumah dengan tetap dalam pemantauan. Sebaliknya, jika aktivitas meningkat, pemerintah siap memperluas radius wilayah yang harus dikosongkan.
“Jika erupsi menurun, status dapat diturunkan menjadi level II atau waspada sehingga masyarakat berpotensi diperbolehkan kembali ke rumah dengan tetap dalam pemantauan… Mungkin masyarakat sudah boleh kembali, tapi tetap dalam perhatian,” ujar Bobby.
“Kita juga sudah evaluasi langkah-langkah yang harus dilakukan, radius berapa saja yang bertambah dan siapa saja yang harus mengungsi,” tambahnya.
Posko Kesehatan Disiagakan, Termasuk Bus Medis Bisa Operasi Ringan
Untuk antisipasi gangguan kesehatan akibat erupsi, pemerintah sudah menyiagakan posko kesehatan dan kendaraan pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian. Jika kondisi darurat berlanjut 1–2 hari ke depan, Pemprov Sumut akan mengerahkan bus layanan kesehatan yang mampu memberikan pelayanan medis hingga tindakan operasi ringan.
“Kalau memang satu-dua hari ini masih diperlukan, kita kirim bus layanan kita. Bus layanan itu bisa melaksanakan sampai dengan operasi ringan,” kata Bobby.
Belum Ada Laporan Kerusakan Bangunan, Masker Sudah Dibagikan Sejak Erupsi Pertama
Terkait dampak langsung erupsi terhadap bangunan/rumah warga, Bobby menyebut hingga saat ini belum ada laporan kerusakan.
“Mudah-mudahan tidak ada. Sejauh ini belum ada yang terdampak secara langsung, artinya kerugian atau kerusakan bangunan belum ada,” katanya.
Sementara untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat abu vulkanik, pembagian masker sudah dilakukan sejak erupsi pertama terjadi pukul 10.17. Masker dibagikan oleh Pemprov Sumut, Pemkab Karo, TNI, Polri, dan lainnya.
“Kejadian pertama pukul 10.17, siang harinya kita langsung bagikan masker. Baik dari provinsi, kabupaten, TNI, Polri, semuanya membagikan masker. Ini langkah antisipasi agar tidak terjadi penyakit berat,” jelas Bobby.
Dampak Ekonomi Belum Dihitung, Wisata Sekitar Sinabung Ditutup
Pemerintah belum menghitung dampak ekonomi karena fokus utama saat ini adalah keselamatan masyarakat. Termasuk keputusan menutup kawasan wisata di sekitar Gunung Sinabung untuk mencegah wisatawan masuk ke zona berbahaya.
“Dampak ekonominya pasti ada. Wisata kita minta ditutup, tidak boleh ada wisatawan masuk ke sekitar area gunung,” kata Bobby.
Untuk ketersediaan kebutuhan pangan dan logistik bagi para pengungsi, Bobby memastikan stok dalam kondisi aman. “Stok logistik aman,” tutupnya. (SK)




